
|
Berita
|
|
|
Teknik Menghilangkan Rambut Tubuh kita memang ditumbuhi oleh rambut, baik itu rambut tebal ataupun yang sangat halus sekalipun sehingga sulit terlihat. Mayoritas wanita tidak menyukai adanya rambut yang tumbuh pada bagian tubuh tertentu, seperti misalnya ketiak, kaki dan bagian bawah perut. Mengapa? Karena banyak yang beranggapan wanita yang berbulu lebat pada bagian-bagian tertentu hanya mengurangi daya tarik dan pesona wanita. Teknik menghilangkan rambut secara sederhana dapat dilakukan dengan mencabut rambut memakai tangan ataupun bantuan pinset. Teknik ini berkembang dengan menggunakan alat cukur, lilin (wax) atau pun dengan krim depilatory. Mencukur merupakan cara paling umum menghilangkan bulu. Cara ini cepat dan mudah, namun dapat menimbulkan iritasi kulit maupun luka akibat pisau cukur. Krim depilatory hanya menghabiskan waktu dan mahal. Zat kimia yang terkandung dalam krim ini diperlukan untuk meluluhkan rambut yang tak diinginkan. Namun penggunaan krim ini dapat menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit. Penggunaan lilin (wax) lebih dapat bertahan lama. Kekurangan teknik wax dapat menimbulkan rasa sakit dan seringkali menyebabkan iritasi kulit serta menyebabkan jerawat. Akar rambut tidak hancur sehingga rambut dapat tumbuh kembali. Kemudian ditemukan cara lain, yaitu elektrolisis yang menghancurkan akar rambut dengan mengalirkan listrik. Teknik ini menimbulkan rasa sakit, memakan waktu lama dan mahal. Tiap akar rambut harus ditangani secara terpisah. 50% rambut tumbuh kembali dan beresiko terkena infeksi akibat jarum elektroda yang harus dimasukkan ke bawah kulit tiap akar rambut. Sinar laser pun dapat digunakan untuk menghilangkan rambut. Namun teknik ini tidak dapat disesuaikan dengan jenis kulit dan warna rambut yang berbeda. Akibatnya, hasil yang ditimbulkan bervariasi. Terapi laser tidak dapat menjangkau jauh hingga akar rambut di daerah bawah perut juga ketiak. 80% rambut tumbuh kembali setelah 2 minggu perawatan. Perkembangan terbaru adalah penemuan photo-epilation sebagai teknik penghilang rambut yang baru-baru ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika sana, setelah memperhatikan kajian klinis berbagai pusat kajian. Photo-epilation menggunakan cahaya dengan pulsa intensif untuk menghancurkan akar rambut dengan efek samping minimal. Para dokter dapat menyesuaikan perawatan ini dengan warna rambut, tekstur, lokasi dan kedalaman, serta jenis kulit, sekaligus meraih hasil yang memuaskan. Hanya ada sedikit ketidaknyamanan ketika menjalani perawatan ini, yaitu seperti ada sedikit pukulan dengan karet pada kulit. Prosedur ini tidak memerlukan pembiusan lokal atau obat-obatan penghilang sakit. Para pasien dapat segera kembali melakukan aktifitas sehari-hari setelah menjalani prosedur ini. Ukuran cakupannya yang lebih luas, photo epilation hanya memerlukan waktu sebentar, dan memungkinkan untuk menghilangkan rambut dari daerah tubuh yang luas seperti punggung dan kaki. Sebuah penelitian klinis telah menunjukkan bahwa photo-epilation dapat melakukan pembersihan rambut sebesar 50-60% dalam 20 minggu. Setelah 3 atau 4 sesi, mayoritas rambut telah hilang. Sedikit pertumbuhan rambut baru akan muncul sekitar 9 bulan kemudian. Rambut ini biasanya berwarna lebih terang dan teksturnya lebih kecil sehingga kurang terlihat dibanding rambut yang asli. Biaya yang diperlukan untuk melakukan photo-epilation tergantung pada daerah yang mendapat perawatan dan umumnya sama dengan perawatan dengan laser. Dalam perawatan jangka panjang, photo-epilation lebih efektif dari segi biaya dibandingkan dengan penggunaan lilin bulanan atau sesi elektrolisis berulang-ulang. |
|
Site
ini bukan ditujukan untuk E-Commerce yang sebenarnya
melainkan hanya merupakan simulasi untuk Mata Kuliah ini.
Salon Keliling City Hunter. Copyright © 2000.